(Harusnya aku posting saat) 00.01 WIB
22 Agustus 2013
Selamat Ulang Tahun, Bil. Ini hari ulang tahun, kamu pantas berbahagia. Sebelumnya aku hanya ingin meminta maaf karna aku tak mengucapkan sepatah kata atau bahkan pesan singkat selamat untuk mu apalagi cake ulang tahun dan kado yang lucu. Aku pikir kamu mengerti maksudku. Aku sangat tahu bahwa kamu akan kecewa. Sudah kubilang tadi kan? -aku minta maaf-.
Harapan mu adalah harapan juga untuk ku. Semoga kamu selalu dilindungi Allah, tambah dewasa, taat beribadah, rajin belajar dan semoga sukses kelak dikemudian hari, selalu patuh kepada orangtua mu, dan segala hal terbaik lainnya turut kusertakan dalam doaku. Aku pun ingin berterimakasih, kamu sudah mau menjadi teman yang baik untuk ku walaupun aku sering mengecewakanmu. Kamu, selalu mampu membuat ku tertawa walau kadang (tentu saja) membuat ku kesal. Tapi, tidak apa-apa. Kamu, mungkin lebih tahu banyak diriku dibandingkan aku mengenal diriku. Walau aku sering tertutup denganmu.
Bil, aku sedikit sedih. Kamu tahu kenapa? Umur mu berkurang lagi. Terimakasih ya, sudah mau mewarnai hari ku. Aku sangat senang kenal dengan mu. Semoga hal-hal negatif dari diri mu dapat berkurang.
"Sekali lagi, Bil. Selamat Ulang Tahun dan Berbahagialah."
Maaf, aku telat 3 hari.
Minggu, 25 Agustus 2013
Senin, 01 Juli 2013
Kamu, Lucu!
Hei, lelaki lucu. Apa kau tahu yang kini terjadi pada diri ku? Ah, mungkin
tak tahu dan mungkin tak ingin tau. Baiklah, begini saja. Aku akan bercerita
tentang mu, tapi kau harus janji padaku setelah kau membaca tulisan ini kau tak
menghilang begitu saja. Janji?
Kau tahu tidak mengapa aku tetap seperti orang gila didepan mu? Entahlah, aku sendiri juga tak tahu. Kau mampu membuat ku tetap jadi diriku sendiri tanpa mencoba menjadi orang lain yang menjadikanku seolah-olah terlihat lebih sempurna. Kau sendiri juga tetap seperti orang gila bahkan lebih gila. Aha, apa kau juga tahu saat melihatmu pada pertemuan yang datang secara tiba-tiba mampu membuat ku serangan jantung dan saat kau mulai menampakkan senyum mu yang lucu nyaris membuat ku meledak bahkan didekatmu membuat ku hampir mati.
Kau terlalu lucu, selalu mampu membuat ku tersenyum sendiri. Dan mampu membuat ku selalu membuat merindukan semua hal gila mu. Hahaha, apalagi gigi kelinci mu dan meminjam pena yang selalu dikembalikan saat tinta nya sudah habis. Kau selalu begitu, tapi aku amat merindukan semua hal tentang mu. Sayangnya, aku tak bisa terus leluasa melihat mu. Seperti yang kau katakan, “kau takkan selalu berada dalam jangkauan ku, waktu membuat jarak kita semakin jauh”. Asal kau tahu, aku tak ingin jarak antara kau dan aku semakin menjauh. Aku pun sadar, aku bukan siapa-siapa untuk mu. Aku hanya seseorang yang senantiasa merindukan mu, entah sampai kapan itu.
Aku selalu bersedia meluangkan waktu ku untuk merindukan dan mendengarkan mu. Hanya itu yang bisa ku lakukan, jika tidak lalu apa? Bahkan jika aku dilarang untuk merindukan mu aku akan tetap melakukannya. Benar.
Kadang hati ku merasa aneh saat ku tahu kau dengan yang lain. Rasanya didalam dada terasa sesak dan dapat membuat tubuh ku bergetar. Entah kenapa ini terjadi begitu saja. Aku selalu merasa aneh dengan hal itu.
Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin ku ceritakan. Tapi aku terlalu bingung untuk menulis semua hal tentang mu.
Tenang saja, aku selalu merindukanmu. Ya, pasti.
Kau tahu tidak mengapa aku tetap seperti orang gila didepan mu? Entahlah, aku sendiri juga tak tahu. Kau mampu membuat ku tetap jadi diriku sendiri tanpa mencoba menjadi orang lain yang menjadikanku seolah-olah terlihat lebih sempurna. Kau sendiri juga tetap seperti orang gila bahkan lebih gila. Aha, apa kau juga tahu saat melihatmu pada pertemuan yang datang secara tiba-tiba mampu membuat ku serangan jantung dan saat kau mulai menampakkan senyum mu yang lucu nyaris membuat ku meledak bahkan didekatmu membuat ku hampir mati.
Kau terlalu lucu, selalu mampu membuat ku tersenyum sendiri. Dan mampu membuat ku selalu membuat merindukan semua hal gila mu. Hahaha, apalagi gigi kelinci mu dan meminjam pena yang selalu dikembalikan saat tinta nya sudah habis. Kau selalu begitu, tapi aku amat merindukan semua hal tentang mu. Sayangnya, aku tak bisa terus leluasa melihat mu. Seperti yang kau katakan, “kau takkan selalu berada dalam jangkauan ku, waktu membuat jarak kita semakin jauh”. Asal kau tahu, aku tak ingin jarak antara kau dan aku semakin menjauh. Aku pun sadar, aku bukan siapa-siapa untuk mu. Aku hanya seseorang yang senantiasa merindukan mu, entah sampai kapan itu.
Aku selalu bersedia meluangkan waktu ku untuk merindukan dan mendengarkan mu. Hanya itu yang bisa ku lakukan, jika tidak lalu apa? Bahkan jika aku dilarang untuk merindukan mu aku akan tetap melakukannya. Benar.
Kadang hati ku merasa aneh saat ku tahu kau dengan yang lain. Rasanya didalam dada terasa sesak dan dapat membuat tubuh ku bergetar. Entah kenapa ini terjadi begitu saja. Aku selalu merasa aneh dengan hal itu.
Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin ku ceritakan. Tapi aku terlalu bingung untuk menulis semua hal tentang mu.
Tenang saja, aku selalu merindukanmu. Ya, pasti.
Kamis, 07 Maret 2013
Nadya Melati Putri
Nadya Melati Putri
Nama tercantik yang diberikan ibu pada gadis kecilnya yang
lahir tanggal 22 November 1996 silam yang memiliki arti “anak perempuan pertama
yang suci “ . Lahir atas cinta tulus dari ayah dan ibu. Dari cerita yg didengar
dari nenek, saat aku lahir ayah tak bisa mendampingi ibu karna ayah sedang
bekerja diluarprovinsi. Sedih memang saat mendengar itu, namun aku yakin itu tak kan mengurangi rasa sayang ayah padaku. Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, yang mengajarkan kedisiplinan, yang mengajarkan kasih sayang. Aku sangat bahagia ditambah lagi dengan kehadiran seorang pahlawan kecil dari rahim ibuku yang lahir pada 25 Februari 2001 lalu, aku menyaksikan bagaimana proses kelahiran adik ku. Jika mengingat saat itu, air mata ku mengalir karna aku melihat perjuangan ibu yang amat sangat besar kepada pahlawan kecil nya. Ah, ibu memang wanita tegar.
Beberapa sifat dan fisik dari orang tua ku diwariskan pada ku, sifat keras kepala dari ayah, hidung mancung dari ayah, sifat setia kawan dari ayah, sifat penyabar dan pemaaf dari ibu, dan mata mirip mata ibu, sifat humoris dari ayah dan ibu juga menurun pada ku. Namun, aku sangat senang dn bersyukur karna aku terlahir dari keluarga yang mencintai diriku.
Nadya Melati Putri
08.01 p.m
3/7/2013
Langganan:
Postingan (Atom)
