Hei, lelaki lucu. Apa kau tahu yang kini terjadi pada diri ku? Ah, mungkin
tak tahu dan mungkin tak ingin tau. Baiklah, begini saja. Aku akan bercerita
tentang mu, tapi kau harus janji padaku setelah kau membaca tulisan ini kau tak
menghilang begitu saja. Janji?
Kau tahu tidak mengapa aku tetap seperti orang gila didepan mu? Entahlah,
aku sendiri juga tak tahu. Kau mampu membuat ku tetap jadi diriku sendiri tanpa
mencoba menjadi orang lain yang menjadikanku seolah-olah terlihat lebih
sempurna. Kau sendiri juga tetap seperti orang gila bahkan lebih gila. Aha, apa
kau juga tahu saat melihatmu pada pertemuan yang datang secara tiba-tiba mampu
membuat ku serangan jantung dan saat kau mulai menampakkan senyum mu yang lucu
nyaris membuat ku meledak bahkan didekatmu membuat ku hampir mati.
Kau terlalu lucu, selalu mampu membuat ku tersenyum sendiri. Dan mampu
membuat ku selalu membuat merindukan semua hal gila mu. Hahaha, apalagi gigi
kelinci mu dan meminjam pena yang selalu dikembalikan saat tinta nya sudah
habis. Kau selalu begitu, tapi aku amat merindukan semua hal tentang mu.
Sayangnya, aku tak bisa terus leluasa melihat mu. Seperti yang kau katakan, “kau
takkan selalu berada dalam jangkauan ku, waktu membuat jarak kita semakin jauh”.
Asal kau tahu, aku tak ingin jarak antara kau dan aku semakin menjauh. Aku pun
sadar, aku bukan siapa-siapa untuk mu. Aku hanya seseorang yang senantiasa
merindukan mu, entah sampai kapan itu.
Aku selalu bersedia meluangkan waktu ku untuk merindukan dan mendengarkan mu. Hanya itu yang bisa
ku lakukan, jika tidak lalu apa? Bahkan jika aku dilarang untuk merindukan mu
aku akan tetap melakukannya. Benar.
Kadang hati ku merasa aneh saat ku tahu kau dengan yang lain. Rasanya
didalam dada terasa sesak dan dapat membuat tubuh ku bergetar. Entah kenapa ini
terjadi begitu saja. Aku selalu merasa aneh dengan hal itu.
Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin ku ceritakan. Tapi aku terlalu
bingung untuk menulis semua hal tentang mu.
Tenang saja, aku selalu merindukanmu. Ya, pasti.